![]() |
| (Rakor Transformasi Digital BUMN Danantara - Credit: Telkom Indonesia) |
Transformasi digital pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini memasuki babak baru yang lebih terarah, integratif, dan berdaulat. Langkah strategis yang ditunjukkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution menjadi momentum krusial bagi arsitektur ekonomi digital nasional. Akselerasi ini tidak lepas dari peran sentral Danantara Indonesia sebagai institusi pengarah ekonomi negara, yang mengorkestrasi penyelarasan teknologi di seluruh ekosistem korporasi milik negara.
Di bawah kepemimpinan teknologi Sigit Puji Santosa selaku Chief Technology Officer (CTO) Danantara, institusi ini mengambil peran strategis sebagai arsitek utama integrasi makro. Danantara berfungsi memetakan kebutuhan teknologi jangka panjang, menyatukan standar kapabilitas digital antar-BUMN, serta meruntuhkan sekat-sekat operasional sektoral.
Melalui sinergi dengan penyedia infrastruktur nasional seperti Telkom Solution, arah kebijakan teknologi yang dirancang oleh CTO Danantara ditekankan pada penguatan arsitektur yang andal, aman, dan berorientasi pada kemandirian nasional. Fokus utamanya adalah mendorong integrasi sistem organisasi, aplikasi, dan platform data guna meningkatkan efektivitas operasional serta daya sang BUMN di era ekonomi digital yang kian dinamis.
1. Integrasi Ekosistem Solusi Digital End-to-End
Salah satu tantangan terbesar dalam digitalisasi organisasi skala besar seperti BUMN adalah adanya fragmentasi sistem atau silo birokrasi teknologi. Setiap perusahaan negara sering kali mengembangkan platformnya secara parsial, yang pada akhirnya memicu inefisiensi biaya operasional dan kesulitan sinkronisasi data.
Melalui Telkom Solution, Telkom menghadirkan ekosistem solusi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut secara end-to-end, mulai dari konektivitas digital, layanan cloud, keamanan siber, hingga inovasi berbasis AI. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa Telkom siap memperkuat sinergi antar-BUMN melalui solusi digital yang relevan dan berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan digital nasional dengan kapabilitas dan ekosistem yang terintegrasi, Telkom mendukung transformasi digital BUMN melalui Telkom Solution yang menghadirkan solusi sesuai kebutuhan bisnis, termasuk pemanfaatan otomasi dan AI untuk meningkatkan produktivitas serta kinerja operasional perusahaan,” ujar Veranita.
Ketika organisasi, aplikasi, dan platform data terhubung secara real-time, BUMN tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menaikkan kualitas layanan secara signifikan.
2. Otomasi AI dan Keamanan Siber 24/7 sebagai Episentrum Operasional
Penerapan teknologi tanpa benteng pertahanan yang kokoh adalah sebuah kerentanan makro. Di era digital, operasional BUMN menuntut tingkat keandalan sistem yang tinggi sekaligus perlindungan data yang ketat.
Menjawab tantangan ini, Telkom Solution menghadirkan solusi berbasis AI dan cybersecurity yang didukung oleh mitra global. Langkah ini menawarkan kemampuan perlindungan menyeluruh, deteksi proaktif, serta respons keamanan 24/7. Integrasi AI di sini tidak hanya berfungsi sebagai motor penggerak otomasi untuk produktivitas, tetapi juga sebagai instrumen analisis prediktif dalam memitigasi risiko serangan siber sebelum berdampak pada operasional korporasi.
3. Fondasi Sovereignty: Menuju Kedaulatan Digital Nasional
Poin paling krusial dari transformasi ini adalah pergeseran paradigma dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi penguasa teknologi. Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa Telkom memiliki tiga fondasi utama dalam mendukung transformasi digital nasional, yaitu story, capability, dan sovereignty (kedaulatan). Kolaborasi antar-BUMN menjadi momentum penting dalam membangun shared digital capability yang mampu menciptakan nilai tambah dan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.
“Kami memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola transformasi digital berskala nasional dengan kapabilitas end-to-end mulai dari AI, IoT, cloud, hingga cybersecurity. Ke depan, pembangunan Indonesia perlu didukung oleh kedaulatan digital nasional, di mana data, platform, dan inovasi strategis dapat dikelola secara mandiri, aman, dan berkelanjutan di dalam negeri,” jelas Faizal.
Pandangan ini diperkuat secara strategis oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji. Beliau menekankan pentingnya pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi sebagai fondasi utama untuk menciptakan nilai jangka panjang. Di tengah tingginya ketergantungan terhadap platform digital global, dinamika regulasi, serta tantangan geopolitik global yang semakin kompleks, Indonesia harus mengambil kendali atas datanya sendiri.
“Telkom mengambil peran sebagai backbone digital nasional dengan memperkuat kapabilitas sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan kontrol data strategis nasional, tetapi juga membuka peluang monetisasi data, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi BUMN,” tegas Seno.
Kesimpulan dan Pandangan Ke Depan
ecara komprehensif, penyelarasan peran antara Danantara melalui pengawasan teknologi oleh CTO Sigit Puji Santosa, serta Telkom Solution sebagai penyedia infrastruktur ICT, merupakan sebuah langkah maju yang valid. Dengan dukungan kapabilitas digital nasional yang matang, optimisme bahwa transformasi digital BUMN dapat berjalan secara lebih terintegrasi—mulai dari pengelolaan data, aplikasi, infrastruktur, hingga proses bisnis perusahaan—bukanlah hal yang muluk.
Pendekatan end-to-end yang bernilai kedaulatan (sovereign) ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN secara global, sekaligus memperkuat posisi geopolitik ekonomi Indonesia. Tantangan berikutnya kini berada pada pundak manajemen masing-masing BUMN untuk mengadopsi standarisasi ini, menyelaraskan kesiapan SDM, dan mengeksplorasi sumber pertumbuhan baru demi kemandirian digital bangsa.

Comments
Post a Comment