Disrupsi Masif Sektor SaaS: CEO Mistral AI Prediksi 50% Perangkat Lunak Perusahaan Akan Digantikan oleh AI

Arthur Mens - CEO Mistral AI (Image credit: CNBC)

Industri perangkat lunak global sedang menghadapi titik balik eksistensial. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC di sela-sela gelaran AI Impact Summit di New Delhi, Rabu (18/02), CEO Mistral AI, Arthur Mensch, melontarkan prediksi yang memperkuat kecemasan para investor: lebih dari 50% perangkat lunak perusahaan (enterprise software) yang ada saat ini berpotensi digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

Pernyataan ini muncul di tengah guncangan pasar modal, di mana saham-saham raksasa perangkat lunak mengalami aksi jual (sells-off) besar-besaran. Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan substitusi langsung bagi model bisnis Software-as-a-Service (SaaS).

Fenomena "Replatforming" dan Ancaman terhadap SaaS

Mensch menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi proses "replatforming" besar-besaran. Perusahaan-perusahaan mulai meninggalkan sistem lama yang dibeli puluhan tahun lalu—yang kini dianggap mahal dan kaku—dan beralih ke sistem berbasis AI yang lebih efisien secara biaya.

"Saya berani katakan bahwa lebih dari separuh pengeluaran IT untuk SaaS akan beralih ke AI," ujar Mensch kepada CNBC. Ia menambahkan bahwa AI memungkinkan pengembangan perangkat lunak dilakukan dengan "kecepatan cahaya."

Contoh nyata dari efisiensi ini terlihat pada manajemen alur kerja (workflow). Jika lima tahun lalu perusahaan membutuhkan vendor SaaS vertikal khusus untuk mengelola pengadaan (procurement) atau rantai pasok (supply chain), kini dengan infrastruktur AI yang tepat, aplikasi kustom untuk tugas tersebut dapat dibangun hanya dalam hitungan hari.

Guncangan di Pasar Saham dan Sentimen Investor

Sentimen negatif ini telah memukul indeks saham teknologi secara signifikan. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF, yang mencakup nama-nama besar seperti Microsoft dan Salesforce, tercatat telah turun lebih dari 20% tahun ini. Di India, raksasa layanan IT seperti Tata Consultancy Services (TCS) dan Infosys juga mengalami tekanan serupa.

Kekhawatiran investor semakin diperparah oleh peluncuran produk seperti Cowork dari Anthropic, yang membuktikan bahwa AI mampu menangani tugas-tugas kompleks yang selama ini menjadi domain eksklusif perangkat lunak perusahaan konvensional.

Namun, tidak semua sektor perangkat lunak terancam. Mensch dan CEO Rubrik, Bipul Sinha, sepakat bahwa System of Record—perangkat lunak yang bertanggung jawab atas penyimpanan dan integritas data organisasi—tetap akan bertahan. Sebaliknya, perangkat lunak yang hanya berfokus pada manajemen alur kerja (workflow software) adalah yang paling rentan terhadap disrupsi.

Ekspansi Strategis Mistral AI di India

Selain visi teknologinya, Mensch mengonfirmasi langkah strategis Mistral AI untuk membuka kantor pertamanya di India tahun ini. India dipandang sebagai pasar krusial karena beberapa alasan:

  1. Lokalitas Data: Mengikuti dorongan pemerintah India agar model AI dijalankan secara lokal dengan data yang disimpan di dalam negeri.

  2. Kemitraan Infrastruktur: Berbeda dengan strateginya di Eropa yang membangun pusat data sendiri, di India, Mistral akan bermitra dengan penyedia infrastruktur fisik lokal.

  3. Linguistik: Model bahasa besar (LLM) Mistral kini telah mampu mengakomodasi bahasa lokal seperti Hindi dan Punjabi, yang menjadi kunci penetrasi pasar konsumen India yang masif.

Kesimpulan bagi Pelaku Industri

Lanskap IT sedang berubah dari model berlangganan per-pengguna menuju sistem otonom yang terintegrasi. Bagi perusahaan rintisan maupun pemain lama, tantangannya bukan lagi sekadar "mengadopsi AI," melainkan bagaimana bertahan ketika AI mulai mengambil alih fungsi inti dari produk yang mereka jual.

Sebagaimana disampaikan Mensch, era baru ini menawarkan peluang bagi mereka yang siap melakukan replatforming, namun menjadi lonceng kematian bagi model bisnis yang gagal beradaptasi dengan kecepatan cahaya AI.

Buku: AI-Powered Strategic Management

Comments