Amazon Tembus Pendapatan $213 Miliar di Q4 2025: Dominasi AI dan Investasi Masif $200 Miliar Menjadi Sorotan

Raksasa teknologi Amazon.com, Inc. baru saja merilis laporan keuangan kuartal keempat (Q4) dan tahun fiskal 2025 yang memecahkan rekor. Di bawah kepemimpinan CEO Andy Jassy, perusahaan menunjukkan akselerasi luar biasa di sektor cloud dan kecerdasan buatan (AI), meski harus menghadapi tantangan biaya operasional dan rencana pengeluaran modal yang ambisius untuk tahun mendatang.

1. Kinerja Keuangan Q4: Melampaui Ekspektasi

Pada kuartal terakhir 2025, Amazon mencatatkan lonjakan performa di semua lini bisnis:

  • Pendapatan Bersih: Naik 14% menjadi $213,4 miliar, melampaui angka $187,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

  • Laba Bersih: Meningkat menjadi $21,2 miliar ($1,95 per saham), naik dari $20,0 miliar di Q4 2024.

  • Laba Operasional: Mencapai $25,0 miliar. Menariknya, angka ini sebenarnya bisa mencapai $27,4 miliar jika tidak terpotong biaya khusus sebesar $2,4 miliar (terkait sengketa pajak di Italia, penyelesaian hukum, pesangon, dan penurunan nilai aset toko fisik).

2. Rekor Pertumbuhan AWS dan Chip AI

Amazon Web Services (AWS) kembali menjadi mesin pertumbuhan utama. Pendapatan AWS melonjak 24% menjadi $35,6 miliar, menandai pertumbuhan tercepat dalam 13 kuartal terakhir.

Salah satu kejutan terbesar adalah kesuksesan bisnis chip kustom (Trainium dan Graviton) yang kini mencatatkan tingkat pendapatan tahunan (revenue run rate) lebih dari $10 miliar dengan pertumbuhan tiga digit setiap tahunnya. Chip Trainium2 bahkan telah digunakan oleh Anthropic untuk melatih model AI terkemuka mereka, Claude.

3. Strategi "Agentic AI" dan Inovasi Konsumen

Amazon kini beralih dari AI generatif biasa ke Agentic AI—sistem yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi bisa menyelesaikan tugas secara mandiri.

  • Rufus: Asisten belanja AI ini telah digunakan oleh 300 juta pelanggan dan menyumbang $12 miliar pada penjualan tahunan tambahan.

  • Alexa+: Resmi diluncurkan sebagai layanan berlangganan seharga $19,99/bulan (gratis bagi anggota Prime), menawarkan kemampuan kontrol rumah pintar dan belanja yang lebih canggih.

  • Frontier Agents: Meluncurkan agen AI seperti Kiro untuk pengodean otomatis dan agen keamanan untuk memantau kerentanan sistem secara mandiri.

4. Efisiensi Logistik dan Pengiriman Tercepat

Tahun 2025 menjadi tahun pengiriman tercepat bagi anggota Prime. Amazon berhasil mengirimkan 70% lebih banyak barang pada hari yang sama (Same-Day Delivery) di AS dibandingkan tahun sebelumnya. Inovasi "Amazon Now" juga mulai diuji coba untuk pengiriman barang dalam waktu kurang dari 30 menit.

5. Rencana Investasi Raksasa $200 Miliar

Meski mencatatkan laba besar, Free Cash Flow (arus kas bebas) Amazon turun menjadi $11,2 miliar (dari $38,2 miliar pada 2024). Penurunan ini disebabkan oleh belanja infrastruktur yang sangat besar untuk mendukung teknologi AI.

Andy Jassy mengumumkan bahwa pada tahun 2026, Amazon berencana menggelontorkan $200 miliar untuk belanja modal (capital expenditures). Dana ini akan dialokasikan untuk AI, pengembangan chip, robotika, dan proyek satelit internet Amazon Leo (Project Kuiper).

6. Proyeksi Kuartal I 2026

Untuk kuartal pertama 2026, Amazon memprediksi:

  • Penjualan bersih antara $173,5 miliar hingga $178,5 miliar (tumbuh 11% - 15%).

  • Laba operasional diperkirakan antara $16,5 miliar hingga $21,5 miliar.

  • Proyeksi ini sudah memperhitungkan tambahan biaya $1 miliar untuk skala operasional satelit Amazon Leo.

Kesimpulan: Laporan ini menegaskan transisi Amazon dari sekadar toko daring dan penyedia cloud menjadi pemimpin infrastruktur AI global. Meskipun pasar mungkin bereaksi terhadap penurunan arus kas akibat belanja modal yang masif, Amazon bertaruh besar bahwa investasi $200 miliar ini akan memberikan imbal hasil jangka panjang yang tak tertandingi di era kecerdasan buatan.

Buku: AI-Powered Strategic Management

Comments