
Setelah menghabiskan tahun 2025 untuk merombak lini bisnis dan memperkuat model bahasa besar (LLM) di seluruh ekosistem mereka, dua raksasa teknologi Korea Selatan, Naver dan Kakao, kini memasuki fase baru. Mereka tidak lagi sekadar menyematkan AI dalam layanan, melainkan mendefinisikan ulang mesin pencari dan pesan instan melalui Agentic AI.
Berbeda dengan AI generatif biasa, Agentic AI dirancang untuk memahami niat pengguna, merencanakan tindakan secara mandiri, dan mengeksekusi tugas tanpa perlu perintah (prompt) terus-menerus.
Naver: Menghubungkan Data Menjadi Tindakan Nyata melalui "Agent N"
Pada konferensi Dan25 November lalu, CEO Naver Choi Soo-yeon memperkenalkan Agent N sebagai inti strategi perusahaan. Agent N berfungsi sebagai asisten terintegrasi yang memanfaatkan gudang data raksasa Naver untuk melakukan tindakan nyata di dunia fisik.
Pencarian Tanpa Kata Kunci: "Pengguna tidak perlu lagi bingung memilih kata untuk mencari. Cukup berbicara dengan Agent N, ia akan memahami niat Anda dan menghubungkannya langsung ke produk atau layanan," ujar Choi Soo-yeon.
Keberhasilan AI Briefing: Strategi ini berlandaskan kesuksesan fitur AI Briefing yang telah diuji selama setahun terakhir dan kini mencakup lebih dari 20% kueri pencarian.
Lini Masa Peluncuran:
Kuartal I 2026: Peluncuran agen belanja AI (AI Shopping Agent).
Kuartal II 2026: Peluncuran "AI Tab" dalam hasil pencarian.
Agent N for Business: Membantu pengiklan dengan optimasi penawaran (bidding) dan rekomendasi otomatis.
Investasi Infrastruktur: Naver berkomitmen mengucurkan lebih dari 1 triliun won (sekitar Rp11,5 triliun) untuk pengadaan GPU dan infrastruktur AI, serta mengoperasikan pusat data "Gak" di Sejong sebagai basis pengujian.
Kakao: Fokus pada Konteks Percakapan dan Privasi On-Device
Sementara itu, Kakao memfokuskan kekuatannya pada KakaoTalk sebagai pusat ekosistem AI yang tertutup namun sangat personal. Setelah melakukan reorganisasi besar-besaran untuk memprioritaskan profitabilitas berbasis AI, Kakao mengambil dua jalur utama:
Kemitraan OpenAI: Sejak Oktober lalu, Kakao telah meluncurkan ChatGPT for Kakao. Pengguna dapat mengakses ChatGPT langsung di dalam aplikasi untuk mengelola mobilitas (transportasi), pembayaran, hingga streaming musik.
Kanana & Kekuatan Konteks: CEO Kakao Chung Shin-a menekankan bahwa kekuatan Kakao terletak pada data percakapan yang kaya akan konteks. "Kami memilih teknologi AI on-device agar dapat memberikan saran di saat yang paling tepat dengan cara yang paling aman," jelasnya di SK AI Summit.
Model Kanana-2: Kakao baru saja memperkenalkan Kanana-2, model yang ditingkatkan kemampuannya dalam menjalankan instruksi dan memanggil fungsi tools eksternal.
Lini Masa & Ekspansi:
Semester I 2026: Peluncuran penuh Kanana berbasis agen di KakaoTalk dan Kanana Search.
Visi Masa Depan: Integrasi ke layanan Melon (musik), Kakao Map, dan reservasi, serta pengembangan model multimodal (suara dan gambar) yang lebih ringan untuk perangkat seluler.
Kesimpulan: Perlombaan Efisiensi dan Relevansi
Tahun 2026 akan menjadi pembuktian bagi kedua raksasa ini. Naver bertaruh pada integrasi vertikal dan kekuatan infrastruktur untuk mendominasi sektor komersial dan pencarian. Di sisi lain, Kakao bertaruh pada kedekatan personal dan keamanan data melalui AI on-device di dalam percakapan sehari-hari.
Keduanya kini bergerak melampaui fase "menjawab pertanyaan" menuju fase "menyelesaikan masalah secara otomatis," menciptakan standar baru dalam interaksi antara manusia dan teknologi di Korea Selatan.
Comments
Post a Comment