
Elon Musk, miliarder kelahiran Pretoria, kembali memicu perdebatan sengit mengenai kebijakan ekonomi Afrika Selatan.
Klaim Musk: "Lebih Banyak Hukum Anti-Putih daripada Era Apartheid"
Dalam unggahan terbaru di platform X (Twitter) pada 11 Januari 2026, Musk melontarkan pernyataan tajam yang membandingkan hukum saat ini dengan era Apartheid. Ia merespons sebuah klip wawancara tahun 2025 di Qatar Economic Forum yang mengkritik perlakuan istimewa berdasarkan ras.
"Faktanya ada di sana untuk diamati siapa pun. Afrika Selatan sekarang memiliki lebih banyak hukum anti-Kulit Putih daripada hukum anti-Kulit Hitam di bawah Apartheid," tulis Musk. Ia menegaskan bahwa Starlink gagal mendapatkan lisensi ISP hanya karena dirinya bukan warga kulit hitam.
Benturan Regulasi B-BBEE
Otoritas Komunikasi Independen Afrika Selatan (ICASA) mewajibkan setiap pemegang lisensi telekomunikasi mematuhi aturan Broad-Based Black Economic Empowerment (B-BBEE). Aturan ini mewajibkan 30% kepemilikan saham dipegang oleh kelompok yang secara historis dirugikan (Historically Disadvantaged Groups), termasuk warga kulit hitam, perempuan, pemuda, atau penyandang disabilitas.
Starlink, yang sudah beroperasi di lebih dari 125 negara (termasuk lebih dari 20 negara di Afrika), menolak skema pengalihan kepemilikan saham karena struktur kepemilikan global SpaceX yang bersifat tetap.
Solusi Alternatif: Investasi Senilai Ekuitas (EEIP)
Meskipun menolak pengalihan saham 30%, Starlink menyatakan dukungannya terhadap tujuan pemberdayaan melalui skema Equity Equivalent Investment Programmes (EEIPs). Sebagai bentuk komitmennya, Starlink telah mengusulkan:
Investasi Infrastruktur: Sekitar $105 juta (± Rp1,6 triliun) untuk pembangunan infrastruktur lokal.
Sektor Pendidikan: Komitmen sebesar $26 juta (± Rp400 miliar) untuk menyediakan peralatan dan internet berkecepatan tinggi gratis bagi 5.000 sekolah di pedesaan.
Kemitraan Lokal: Bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk layanan bisnis dan penyebaran perangkat.
Momentum Regulasi dan Dukungan Publik
Menteri Komunikasi Solly Malatsi baru-baru ini mengeluarkan arahan kebijakan yang menginstruksikan ICASA untuk menyelaraskan regulasi lisensi dengan kode sektor TIK B-BBEE yang telah diamandemen. Kabar baik bagi Starlink, lebih dari 90% masukan dalam konsultasi publik mendukung pengakuan skema EEIP sebagai pengganti kepemilikan saham langsung.
Pihak Starlink menekankan bahwa hanya diperlukan sedikit amandemen pada regulasi lisensi agar layanan mereka bisa segera meluncur, dan mereka berjanji akan menjadi entitas yang sepenuhnya patuh pada aturan B-BBEE setelah lisensi diberikan.
Reaksi yang Terbelah
Pernyataan Musk memicu reaksi masif dengan lebih dari 15,8 juta penayangan di media sosial.
Pendukung: Berpendapat bahwa pembatasan ini menghambat persaingan dan akses internet cepat di daerah terpencil.
Kritikus: Menilai argumen Musk terlalu menyederhanakan kerangka hukum dan mengabaikan konteks sejarah undang-undang pemberdayaan yang bertujuan memperbaiki ketimpangan sistemik selama puluhan tahun.
Comments
Post a Comment