![]() |
| Image Credit: Reuters |
Di tengah udara dingin Pegunungan Alpen, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa pesan hangat tentang perdamaian dan stabilitas ekonomi dalam pidato khususnya di World Economic Forum (WEF) 2026, Kamis (22/1/2026). Di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan 1.000 CEO global, Prabowo memperkenalkan konsep "Prabowonomics" sebagai solusi Indonesia menghadapi ketidakpastian global.
1. Menegaskan Indonesia sebagai "Global Bright Spot"
Mengutip laporan terbaru dari International Monetary Fund (IMF), Presiden Prabowo dengan bangga menyebut Indonesia sebagai "titik terang global". Di saat banyak negara berjuang melawan resesi dan inflasi tinggi, Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5,1% dengan inflasi yang terkendali di kisaran 2%.
"Ekonomi kita tangguh karena kebijakan yang terkalibrasi dengan baik. Kami membuktikan bahwa di tengah ketegangan perdagangan dunia, Indonesia terus tumbuh," ujar Presiden dalam pidatonya yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.
2. Mengenalkan "Prabowonomics" dan Danantara
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah pemaparan mengenai Prabowonomics. Konsep ini menitikberatkan pada:
Kemandirian Nasional: Penguatan sektor pangan dan energi.
Hilirisasi Industri: Melanjutkan transformasi ekonomi dari eksportir bahan mentah menjadi negara industri.
Efisiensi BUMN melalui Danantara: Presiden Prabowo secara resmi memperkenalkan Danantara, Sovereign Wealth Fund baru Indonesia yang akan mengelola ribuan BUMN untuk dirasionalisasi menjadi entitas yang kompetitif secara global.
3. Komitmen pada Perdamaian dan Anti-Korupsi
Presiden Prabowo menekankan bahwa kemakmuran mustahil tercapai tanpa perdamaian. Indonesia, menurutnya, memilih jalan kolaborasi daripada perpecahan. Selain itu, ia memberikan pesan keras kepada para investor mengenai kepastian hukum di Indonesia.
"Tidak ada pejabat di pemerintahan saya yang bisa dibeli. Kami menolak ekonomi keserakahan," tegasnya, merujuk pada langkah tegas pemerintahannya dalam mencabut izin tambang dan perkebunan ilegal selama satu tahun terakhir.
Ringkasan Capaian Ekonomi RI di Davos 2026
| Indikator | Capaian/Target |
| Pertumbuhan Ekonomi | 5,1% (Proyeksi 2026) |
| Inflasi | ~2% |
| Defisit APBN | Di bawah 3% PDB |
| Fokus Utama | Hilirisasi, Energi Hijau, & Efisiensi BUMN |
Analisis Penutup: Kehadiran Presiden Prabowo di Davos 2026 menandai kembalinya kepemimpinan aktif Indonesia di panggung ekonomi internasional setelah absen cukup lama. Dengan membawa hasil konkret dari satu tahun masa pemerintahannya, Indonesia berusaha memposisikan diri bukan sekadar sebagai pasar, melainkan sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global dan investasi energi hijau.

Comments
Post a Comment