Pertempuran Sengit Memperebutkan Warner Bros: Netflix Pertimbangkan Tawaran Tunai untuk Menangkis Paramount

Industri media global sedang diguncang oleh drama korporasi yang layak menjadi plot film streaming. Setelah menyepakati akuisisi awal pada Desember lalu, Netflix kini dilaporkan sedang mempertimbangkan perubahan strategi besar untuk memastikan kemenangan mereka atas Warner Bros. Discovery (WBD).

Awal Mula Kesepakatan dan Gangguan dari Paramount

Pada awal Desember, Netflix secara resmi setuju untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery dalam kesepakatan tunai dan saham senilai $72 miliar. Meskipun dewan direksi kedua perusahaan telah memberikan persetujuan bulat, jalan menuju finalisasi tidaklah mulus.

Paramount-Skydance, di bawah pimpinan CEO David Ellison, terus berupaya keras untuk menggagalkan kesepakatan tersebut. Ellison meluncurkan upaya pengambilalihan paksa (hostile takeover) dengan menawarkan harga $30 per saham langsung kepada investor, sebuah angka yang lebih tinggi dari nilai tawaran awal Netflix yang sebesar $27,72 per saham.

Strategi Baru Netflix: Tawaran "All-Cash" dan Pemisahan Aset

Untuk merespons agresivitas Paramount, laporan terbaru menunjukkan bahwa Netflix sedang mempertimbangkan untuk mengubah tawarannya menjadi tunai sepenuhnya (all-cash) khusus untuk aset studio film dan layanan streaming Warner Bros.

Dalam skema ini, aset-aset televisi kabel tradisional yang dianggap "warisan" (legacy) akan dipisahkan sebelum kesepakatan ditutup:

  • Discovery Global: Entitas baru yang akan menaungi CNN, TNT Sports (AS), Discovery, serta beberapa saluran penyiaran di Eropa.

  • Fokus Netflix: Hanya mengambil alih mesin kreatif utama yaitu studio produksi dan infrastruktur streaming (Max/HBO).

Aset "Discovery Global": Sampah atau Harta Karun?

Salah satu titik perdebatan utama adalah nilai dari perusahaan spin-off Discovery Global. David Ellison menyebut tawaran Netflix "inferior" dan mengklaim bahwa ekuitas Discovery Global tidak memiliki nilai sama sekali.

Namun, data pasar terbaru menunjukkan sebaliknya:

  1. Kasus Versant Media: Awal bulan ini, Comcast sukses memisahkan aset kabelnya (seperti MSNBC dan CNBC) menjadi Versant Media Group. Analis dari Wolfe, Peter Supino, memberikan rating "Buy" dengan target harga yang menyiratkan potensi kenaikan sebesar 58%.

  2. Revaluasi Saham: Keberhasilan Versant menunjukkan bahwa saluran kabel "blue chip" masih memiliki arus kas yang solid. Hal ini mengindikasikan bahwa estimasi awal nilai saham Discovery Global sebesar $4 per saham mungkin terlalu rendah.

Jika nilai Discovery Global terbukti lebih tinggi dari perkiraan, maka total paket tawaran Netflix akan jauh lebih menarik bagi pemegang saham WBD dibandingkan tawaran tunai dari Paramount.

Perbandingan Detail Penawaran

KomponenPenawaran Awal Netflix (Desember)Penawaran Hostile Paramount
Tunai per Saham$23,25$30,00
Komponen SahamSaham Netflix (~$4,47)Tidak ada
Aset TambahanSaham di Discovery GlobalTidak ada
Status DewanDisetujui dengan suara bulatDitolak (Hostile)

Masa Depan Industri Streaming

Langkah Netflix ini menandai pergeseran besar. Dengan potensi tawaran tunai penuh dan nilai tambah dari spin-off Discovery Global, Netflix berada di posisi kuat untuk memenangkan pertempuran ini. Jika berhasil, Netflix tidak hanya akan menjadi raja streaming, tetapi juga penguasa studio fisik dan kekayaan intelektual (IP) terbesar di Hollywood, menempatkan mereka dalam posisi yang tak tertandingi oleh pesaing mana pun.

Buku: AI-Powered Strategic Management

Comments