
Raksasa e-commerce Amazon memicu kemarahan para pelaku bisnis online melalui fitur eksperimental berbasis AI terbarunya. Fitur tersebut, yang dikenal sebagai "Shop Direct" dan "Buy for Me," dituduh mendaftarkan produk dari situs web independen ke dalam marketplace Amazon tanpa persetujuan pemilik merek.
Apa Itu "Shop Direct" dan "Buy for Me"?
Diluncurkan dalam fase pengujian bagi pengguna di Amerika Serikat, fitur ini dirancang agar konsumen bisa menemukan produk apa pun yang mereka butuhkan, termasuk barang yang tidak tersedia secara resmi di Amazon.
Shop Direct: Memungkinkan pengguna menelusuri barang dari situs merek lain langsung di dalam aplikasi Amazon.
Buy for Me: Sebuah agen kecerdasan buatan (AI) yang bertindak sebagai perwakilan pembeli untuk melakukan transaksi di situs web pihak ketiga atas nama pelanggan Amazon.
Keluhan Penjual: Masalah Stok dan "Dropship Paksa"
Beberapa bisnis mulai menyuarakan keberatan mereka di platform media sosial seperti Reddit dan Instagram. Mereka mengeluhkan bahwa AI Amazon mengambil data (scraping) yang tidak akurat.
Toko alat tulis Hitchcock Paper asal Virginia, misalnya, menemukan produk stress ball yang bahkan tidak mereka jual tiba-tiba muncul di Amazon. Mereka mengetahui hal ini setelah menerima pesanan dari alamat email "buyforme.amazon".
Sementara itu, Angie Chua, CEO Bobo Design Studio, mengungkapkan rasa frustrasinya kepada CNBC. Meskipun ia sengaja memilih untuk tidak berjualan di Amazon, produk-produknya tetap muncul di sana. "Kami dipaksa menjadi dropshipper di platform yang secara sadar kami putuskan untuk tidak menjadi bagian darinya," tegas Chua. Ia mencatat lebih dari 180 bisnis di platform Shopify, Squarespace, dan Wix mengalami nasib serupa.
Respons Amazon: Klaim Keuntungan bagi Bisnis Kecil
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Amazon menyatakan bahwa program ini justru membantu bisnis menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. Amazon juga menegaskan bahwa:
Mereka tidak mengambil komisi dari pembelian melalui fitur "Buy for Me".
Informasi harga dan produk diambil dari data publik di situs web merek.
Bisnis bisa berhenti berlangganan (opt-out) kapan saja dengan mengirim email ke branddirect@amazon.com.
Hingga November lalu, jumlah produk yang tersedia melalui fitur ini melonjak drastis dari 65.000 menjadi lebih dari 500.000 item.
Perang Agen AI: Standar Ganda Amazon?
Langkah Amazon ini dipandang kontradiktif oleh para pengamat industri. Di satu sisi, Amazon mengembangkan agen AI sendiri untuk menyisir situs web lain. Di sisi lain, Amazon sangat protektif terhadap datanya sendiri.
Pada November 2024, Amazon menggugat startup AI Perplexity karena dianggap melakukan scraping tanpa izin dan menyembunyikan identitas agen AI-nya untuk melakukan pembelian di situs Amazon. Perplexity menyebut gugatan tersebut sebagai "taktik perundungan" (bully tactic).
Kesimpulan
Langkah Amazon dengan "Shop Direct" dan asisten AI "Rufus" adalah bagian dari perlombaan besar menuju agentic commerce. Namun, bagi peritel kecil, teknologi ini dianggap sebagai pelanggaran privasi bisnis dan gangguan terhadap kendali merek, yang memaksa mereka masuk ke dalam ekosistem Amazon tanpa transparansi yang jelas.
Comments
Post a Comment