Implementasi Komersial Mobilitas Udara Perkotaan: Uni Emirat Arab dan China Memimpin Penetrasi Pasar eVTOL 2026

Lanskap transportasi global bersiap menghadapi transformasi signifikan pada tahun 2026. Layanan taksi terbang komersial berbasis electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) diproyeksikan mulai beroperasi secara resmi, dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan China memposisikan diri sebagai pionir utama dalam adopsi teknologi ini.

Ekspansi Strategis di Uni Emirat Arab

UEA saat ini menjadi pusat investasi global bagi pengembangan infrastruktur udara perkotaan. Di Dubai, Joby Aviation—perusahaan asal Amerika Serikat yang didukung oleh Toyota Motor—telah mengamankan kontrak eksklusif selama enam tahun dengan Roads & Transport Authority (RTA) untuk mengoperasikan layanan taksi udara.

  • Uji Coba dan Spesifikasi: Pada Dubai Airshow 2024, Joby mendemonstrasikan pesawat listrik enam baling-baling dengan kapasitas lima kursi (satu pilot dan empat penumpang). Kabin dirancang dengan standar kenyamanan tinggi, memiliki ruang kaki yang luas, serta sistem navigasi canggih dengan layar pemantau altitude dan attitude.

  • Optimasi Rute: Layanan ini ditargetkan untuk mengatasi kemacetan kronis di Dubai. Rute Bandara Internasional Dubai menuju Palm Jumeirah (37 km) yang biasanya memakan waktu hingga satu jam melalui jalur darat, dapat ditempuh hanya dalam 10 menit dengan estimasi biaya sekitar 350 dirham ($95).

  • Ekosistem Abu Dhabi: Di ibu kota UEA, Archer Aviation juga bersiap meluncurkan operasional pada 2026, didukung oleh regulasi pemerintah yang progresif guna menarik investor teknologi internasional.

Dominasi Teknologi Otonom di China

China memperkuat posisinya melalui pengembangan "Ekonomi Ketinggian Rendah" (low-altitude economy), yang mencakup operasional kendaraan udara di bawah ketinggian 1.000 meter.

  • Inovasi EHang: Perusahaan drone EHang melalui model EH216-S telah menjadi entitas pertama yang mendapatkan sertifikat operator udara dari otoritas China. Pesawat dua kursi ini mampu terbang secara otonom tanpa pilot, dengan dukungan kru darat yang saat ini sedang dalam masa pelatihan intensif hingga awal 2026.

  • Dukungan Kebijakan: Melalui Kongres Rakyat Nasional Maret 2024, pemerintah China secara resmi menetapkan sektor eVTOL sebagai prioritas nasional melalui pemberian subsidi dan kemudahan regulasi bagi manufaktur domestik.

Kompetisi Global dan Proyeksi Masa Depan

Persaingan antarnegara besar semakin kompetitif seiring dengan langkah Amerika Serikat untuk mempercepat komersialisasi guna mengimbangi dominasi produksi China. Presiden AS telah menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat penempatan eVTOL, sementara Joby Aviation menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi empat unit per bulan pada 2027.

Di sisi lain, Jepang diprediksi akan menyusul pada tahun fiskal 2027 melalui kemitraan antara ANA Holdings dengan Joby, serta usaha patungan Soracle (Japan Airlines dan Sumitomo) yang akan menggunakan teknologi Archer.

Kesimpulan

Tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi mobilitas urban global. Keberhasilan di UEA dan China akan menjadi tolok ukur bagi negara-negara lain dalam mengintegrasikan transportasi udara elektrik ke dalam ekosistem transportasi publik modern.

Buku: AI-Powered Strategic Management

Comments