
Sebuah pergeseran peta kekuatan global terjadi pada Jumat (2/1/2026). Raksasa otomotif Tiongkok, BYD, resmi menobatkan diri sebagai penjual kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia berdasarkan basis tahunan, menggeser rival utamanya asal Amerika Serikat, Tesla.
Pencapaian ini menandai puncak dari kebangkitan luar biasa BYD, sebuah perusahaan yang dahulu sempat dipandang sebelah mata oleh CEO Tesla, Elon Musk.
Dari "Bahan Tertawaan" Menjadi Penguasa Pasar
Kemenangan BYD ini terasa sangat ironis jika menengok kembali ke tahun 2011. Dalam sebuah wawancara legendaris dengan Bloomberg TV, Elon Musk secara terbuka menertawakan BYD ketika ditanya apakah ia melihat mereka sebagai kompetitor. Saat itu, Musk dengan santai menjawab, "Saya rasa mereka tidak punya produk yang bagus," dan tidak menganggap BYD sebagai ancaman bagi Tesla.
Empat belas tahun kemudian, tawa tersebut berganti dengan realitas pasar yang berbeda. BYD melaporkan bahwa penjualan mobil murni bertenaga baterai (BEV) mereka melonjak hampir 28% menjadi 2,26 juta unit sepanjang tahun 2025.
Penurunan Beruntun bagi Tesla
Di sisi lain, Tesla mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka mengirimkan 1,64 juta kendaraan pada tahun 2025. Meski angka ini sesuai dengan estimasi internal perusahaan sebesar 1,6 juta unit, hasil ini mencerminkan penurunan tahunan sebesar 8% dibandingkan tahun 2024.
Ini menjadi catatan buruk bagi Tesla karena merupakan penurunan tahunan kedua secara berturut-turut. Kondisi di kuartal keempat (Q4) 2025 bahkan lebih berat, di mana pengiriman tercatat sekitar 16% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gejolak Saham dan Ambisi Robotaxi
Meskipun volume penjualan menurun dan menghadapi persaingan sengit dari pabrikan Tiongkok, Tesla masih menunjukkan taringnya di pasar modal. Saham Tesla sempat anjlok di awal tahun 2025 akibat retorika politik Musk yang kontroversial dan kompetisi global, namun berhasil bangkit kembali secara dramatis.
Bulan lalu, saham Tesla mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di angka $489,88.
Kesimpulan: Volume vs Teknologi
Kini dunia melihat dua strategi yang berbeda:
BYD memenangkan pertempuran volume penjualan melalui efisiensi produksi dan harga yang kompetitif secara global.
Tesla mencoba mempertahankan relevansinya melalui janji masa depan Robotaxi dan kecerdasan buatan (AI), meskipun dominasi mereka di pasar mobil listrik murni kini telah terpatahkan.
Pergeseran ini menjadi bukti nyata bahwa dominasi di industri teknologi dan otomotif dapat berubah dengan sangat cepat, dan pemain yang pernah diremehkan bisa menjadi pemimpin di garis depan.
Comments
Post a Comment