Dari "Terlambat" Menjadi Tak Terbendung: Bagaimana Google Menyusun Kepingan Kemenangan AI di Akhir 2025

Ketika ChatGPT diluncurkan pada tahun 2022, Google tampak terkejut dan tidak siap (flatfooted). Namun, narasi tersebut telah berubah total pada November 2025. Dengan peluncuran Gemini 3 dan chip revolusioner Ironwood, para ahli kini memuji kebangkitan Alphabet sebagai salah satu comeback terbesar dalam sejarah teknologi.
Berikut adalah rangkuman mendalam mengenai bagaimana Google membalikkan keadaan.
1. "Lompatan yang Gila": Gemini 3 dan Reaksi Industri
Google meluncurkan Gemini 3 minggu lalu dengan klaim berani: model ini membutuhkan "lebih sedikit prompting" dan memberikan jawaban yang jauh lebih cerdas. Reaksi pasar membuktikan klaim tersebut bukan omong kosong.
Validasi terbesar datang dari CEO Salesforce, Marc Benioff. Dalam postingannya di X (Twitter), Benioff—yang perusahaannya bermitra dengan Google dan OpenAI—menyatakan:
"Meskipun menggunakan ChatGPT OpenAI setiap hari selama tiga tahun, saya tidak akan kembali setelah dua jam menggunakan Gemini 3. Lompatannya gila ('The leap is insane'). Semuanya lebih tajam dan cepat. Rasanya dunia baru saja berubah, lagi."
2. Senjata Rahasia Infrastruktur: Ironwood (TPU Gen 7)
Awal November ini, Google memperkenalkan Ironwood, generasi ketujuh dari Tensor Processing Units (TPU) mereka.
Efisiensi: Google mengklaim Ironwood hampir 30 kali lebih hemat daya dibandingkan TPU pertama mereka tahun 2018.
Skala: Chip ini memungkinkan pelanggan menjalankan model yang paling intensif data yang pernah ada.
Ancaman bagi Nvidia: Kehebatan Ironwood membuat investor Nvidia cemas. Analis Melius Research, Ben Reitzes, mencatat bahwa alasan utama saham AI lain turun sementara Google naik adalah ketakutan akan "AI Comeback" Alphabet yang memiliki infrastruktur mandiri.
3. Respons Pasar: Mengalahkan Microsoft & Dukungan Buffett
Wall Street merespons dengan antusiasme tinggi. Sementara saham teknologi lain turun, Alphabet justru melonjak:
Saham naik lebih dari 5% pada hari Senin dan 8% minggu sebelumnya.
Secara Year-to-Date (sepanjang tahun 2025), saham Alphabet naik hampir 70%, mengungguli Meta sebesar 50 poin persentase.
Kapitalisasi pasar (Market Cap) Alphabet kini telah melampaui Microsoft.
Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway terungkap memiliki saham senilai $4,3 miliar di Alphabet pada akhir kuartal ketiga.
4. Strategi "Full Stack" dan Keunggulan Data
Google kini dianggap memiliki keunggulan yang sulit ditiru karena memiliki "seluruh tumpukan" (full stack): Aplikasi, Model, dan Chip.
Keunggulan YouTube: Mike Gualtieri dari Forrester Research menekankan bahwa kepemilikan YouTube memberikan Google data video dan gambar terkini yang masif. "Saya tidak melihat bagaimana OpenAI dan Anthropic bisa mengatasi keunggulan itu," ujarnya.
Nano Banana Pro: Fitur generasi gambar hiper-realistis ini membantu aplikasi Gemini menduduki puncak Apple App Store pada bulan September, menggulingkan ChatGPT.
Pendapatan Cloud: Strategi ini membuahkan hasil finansial nyata. Google mencatat kuartal $100 miliar pertamanya bulan lalu, didorong oleh pertumbuhan unit Cloud dan backlog pesanan sebesar $155 miliar.
5. Transformasi Eksekusi: Dari Kesalahan ke Kecepatan
Analis Michael Nathanson mencatat perubahan persepsi terhadap CEO Sundar Pichai. Tiga tahun lalu, dia dianggap kehilangan arah. Sekarang, dia dianggap berhasil menyatukan semua potensi Google. Meskipun sempat mengalami kegagalan produk di 2024 (seperti Imagen 2 yang tidak akurat secara historis dan saran AI Overviews yang salah), Google berhasil memperbaikinya dengan cepat. Peluncuran Gemini 3 terjadi sangat cepat setelah Gemini 2.5 (rilis musim semi), menunjukkan siklus inovasi yang agresif.
6. Realita Kompetisi: Perang Belum Berakhir
Meskipun Google sedang di atas angin, para ahli memperingatkan bahwa persaingan masih sangat ketat ("Razor thin lead").
Kompetitor Tetap Agresif: Anthropic baru saja meluncurkan model Opus 4.5, dan OpenAI mengumumkan pembaruan GPT-5 yang membuatnya "lebih hangat dan komunikatif".
Pengeluaran Capex: Alphabet, Meta, Microsoft, dan Amazon diperkirakan menghabiskan lebih dari $380 miliar tahun ini untuk belanja modal AI.
Dominasi Nvidia: Meskipun Ironwood hebat, Nvidia masih menguasai 90% pasar chip AI.
Basis Pengguna: Google masih harus mengejar ketertinggalan dalam adopsi pengguna. Aplikasi Gemini memiliki 650 juta pengguna aktif bulanan, sementara ChatGPT (per Agustus) memiliki 700 juta pengguna mingguan.
Kesimpulan: Gil Luria dari DA Davidson menyimpulkan situasi ini dengan tepat: "Ya, Google sudah berbenah diri. Tapi itu tidak berarti mereka sudah menang." Namun, dengan Ironwood dan Gemini 3, Google telah membuktikan bahwa raksasa tidur itu telah bangun sepenuhnya.
Comments
Post a Comment