Comparison of internet access between fiber optics and satellite – in this case Starlink


Baru-baru ini ramai dibicarakan terkait komersialisasi Starlink di Indonesia, dan dalam berbagai kesempatan, banyak yang menanyakan ke saya baik itu di tempat saya ngajar maupun obrolan santai.

Saya coba sharing perbandingan akses internet menggunakan kabel optik (di Indonesia ada IndiHome, MyRepublic dll.) dan akses internet menggunakan satelit, dalam hal ini Starlink.

Internet melalui kabel optik adalah jenis koneksi internet yang menggunakan serat optik sebagai media transmisi data. Serat optik terbuat dari kaca atau plastik yang sangat tipis dan fleksibel, yang memungkinkan transmisi data dalam bentuk cahaya dengan kecepatan sangat tinggi.

Sedangkan internet melalui Starlink adalah layanan internet satelit yang disediakan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Layanan ini menggunakan konstelasi ribuan satelit kecil yang mengorbit Bumi pada ketinggian rendah untuk menyediakan akses internet broadband ke seluruh dunia, terutama di daerah terpencil atau sulit dijangkau oleh infrastruktur internet tradisional.

Akses internet melalui fiber optik dan Starlink memiliki perbedaan yang signifikan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri:

Fiber Optik:

  1. Kecepatan: Umumnya menawarkan kecepatan yang sangat tinggi dan stabil, hingga mencapai 1 Gbps atau lebih.
  2. Latency (Keterlambatan): Memiliki latency yang sangat rendah, ideal untuk aktivitas yang membutuhkan respon cepat seperti gaming online atau video conference.
  3. Ketersediaan: Tersedia secara luas di daerah perkotaan dan pinggiran kota, namun jangkauannya terbatas di daerah pedesaan atau terpencil.
  4. Keandalan: Koneksi umumnya stabil dan tidak terpengaruh oleh cuaca.
  5. Harga: Biaya berlangganan bervariasi tergantung penyedia layanan dan paket yang dipilih.

Starlink:

  1. Kecepatan: Menawarkan kecepatan yang cukup tinggi, namun bisa bervariasi tergantung pada jumlah pengguna di suatu area dan kondisi cuaca.
  2. Latency (Keterlambatan): Memiliki latency yang lebih tinggi dibandingkan fiber optik, yang dapat mempengaruhi pengalaman bermain game online atau video conference.
  3. Ketersediaan: Dirancang untuk menjangkau daerah pedesaan dan terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan fiber optik.
  4. Keandalan: Koneksi dapat terpengaruh oleh cuaca buruk seperti hujan lebat atau badai.
  5. Harga: Biaya berlangganan relatif lebih mahal dibandingkan fiber optik, termasuk biaya perangkat penerima.

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan lokasi Anda:

  1. Jika Anda tinggal di daerah perkotaan dengan akses fiber optik: Fiber optik adalah pilihan yang lebih baik karena menawarkan kecepatan tinggi, latency rendah, dan keandalan yang lebih baik.
  2. Jika Anda tinggal di daerah pedesaan atau terpencil: Starlink bisa menjadi satu-satunya pilihan untuk mendapatkan akses internet dengan kecepatan tinggi.
  3. Jika Anda membutuhkan koneksi yang sangat stabil dan cepat untuk gaming atau video conference: Fiber optik lebih disarankan.
  4. Jika Anda memiliki anggaran terbatas: Fiber optik umumnya lebih terjangkau daripada Starlink.
  5. Kebutuhan Penggunaan: Pertimbangkan jenis aktivitas online yang paling sering Anda lakukan. Jika Anda sering streaming video berkualitas tinggi atau bermain game online, fiber optik mungkin lebih sesuai.
  6. Anggaran: Bandingkan biaya berlangganan dan perangkat dari berbagai penyedia layanan untuk menemukan opsi yang paling sesuai dengan anggaran Anda.
Jadi ada plus dan minus untuk akses menggunakan kabel optik dan satelit dalam hal ini Starlink, tergantung dari kebutuhan Anda.

Comments