Belajar Membangun Digital Ecosystem dari China


Saya kurang lebih tiga bulan lalu berkesempatan untuk menimba ilmu di Alibaba Business School di Hangzhou China. Saya banyak belajar dari praktisi dan senior leader Alibaba. Salah satunya bagaimana Pemerintah China membangun digital ecosystem.

China mampu membangun ekosistem digital dengan mendigitalisasi UMKM. UMKM digital ini mampu memutus banyak intermediary yang ujung-ujungnya membuat harga barang semakin murah.

Dengan adanya Alibaba yang membangun B2B marketplace, industry di China mulai tumbuh. Tidak heran sejak tahun 2016 retail e-commerce di China menempati persentasi 40% di Dunia. Sangat fantastis.

Bahkan penetrasi pembayaran digital di China 11x lipat lebih tinggi daripada Amerika. Inklusi keuangan yang dibangun oleh China ini mampu meningkatkan perputaran uang hingga 3% lebih tinggi sehingga bisa berpengaruh pada GDP suatu negara.

Dengan tumbuhnya industry UMKM yang dibuktikan dengan 11 juta UMKM yang tergabung di Alibaba, China mampu menyedot 1.4 juta pekerjaan yang membutuhkan keterampilan TI tinggi. Ini juga berdampak bagi rata-rata gaji pegawai di China.  Suatu ekosistem digital yang dibina dengan baik akan berdampak positif bagi suatu Negara

Satu hal yang membedakan China dengan Indonesia adalah China sangat independent dalam memenuhi kebutuhan digitalnya.
  • Indonesia butuh search engine? Harus lari ke Google.
  • Indonesia butuh social media untuk eksis? Harus lari ke Facebook, Instagram atau Twitter.
  • Indonesia butuh platform chatting? Pilihannya antara Line atau Whatsapp.

China telah sukses membangun digital ecosystem, Pemerintah, Korporasi dan startup memainkan peran yang saling mendukung
  • Dengan populasi dan market size yang besar menjadi potensi untuk mengembangkan digital ekonomi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Pemerintah menyediakan physical infrastructure dan internet infrastructure yang world class.
  • Korporasi mengembangkan platform
  • Startup mendukung dalam pengembangan aplikasi-aplikasi vertical.
3 Kunci utama yang dapat kita pelajari dari pertumbuhan ekonomi digital di
China:
  1. Market besar di China yang antusias dengan Inovasi digital.
  2. Pemain digital besar di China mulai membuat ekosistem sendiri dengan berpartner di negara sendiri. Memungkinkan terbentuknya digital ekosistem yang sangat kaya di negara sendiri.
  3. Pemerintah yang sangat mendukung tumbuhnya inovasi digital.
Ketiga kunci utama ini juga terjadi di Indonesia, dimana masyarakat Indonesia cukup antusias dengan teknologi dan aplikasi baru. Unicorn yang saling bekerja sama satu sama lain untuk membentuk ekosistem yang lebih besar (Tokopedia, Ovo, dan Grab) dan yang terakhir Gerakan pemerintah seperti 1000 Startup Digital, Inkubasi untuk Fintech dan banyak lagi.

Kalau tetap konsisten dengan hal tersebut, Indonesia dipastikan akan sukses membangun digital ecosystem dan akan segera menyusul China.


Comments