The Fintech Players Overview and Strategy in Indonesia


Berdasarkan data dari Statista.com, total transaction value pada digital payment di Indonesia adalah sebesar USD 18 billion di tahun 2017 lalu dan diprediksi akan tumbuh menjadi USD 21 billion pada tahun 2018 ini.

Hal tersebut didorong oleh penetrasi smartphone yang telah mencapai lebih dari 85 juta pengguna dan juga didorong meningkatnya daya beli masyarakat terutama kelas menengah ke atas yang mecapai lebih dari 63 juta orang.

Dengan ekosistem yang mendukung tersebut, Financial Technology (fintech) Palyers tumbuh sangat signikan di Indonesia sejak 2015. Dari laporan tahunan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), per Desember 2017 terdata sebanyak 235 perusahaan fintech yang bergerak di Indonesia saat ini.

Kalau didalami lebih lanjut pemain fintech tersebut dapat dikategorikan dalam beberapa sektor yaitu:
  1. Accounting Cloud-Based Software Provider (contoh: Jurnal)
  2. Company Solutions Software Provider (contoh: Jojonomic)
  3. Crowdfunding (coontoh: KitaBisa.com, Wujudkan.com)
  4. Cryptocurrencies (contoh: Indodax.com)
  5. Lending (contoh: Modalku, Investree, Akseleran, UangTeman)
  6. Marketplace (contoh: Aturduit.com, Cermati)
  7. Payments (contoh: GoPay, Midtrans, Doku, Xendit, TCash, GrabPay, OVO, TMoney)
  8. Wealth Management (contoh: Finasialku.com)

Dari data AFTECH kebanyakan fintech palyers terbanyak dalam sektor payment yaitu sebesar 39%, dan diikuti di kategori lending sebanyak 32%. Di dua sektor tersebut persaingan cukup ketat, kunci suksesnya adalah kecepatan mendominasi market. Siapa yang mendominasi market, dialah yang akan menang.

Banyak cara untuk dapat segera mendominasi market yaitu collaboration, mergers, dan acquisitions. Sebagai contoh GoPay mengakuisisi Midtrans, Kartuku, and Mapan. Sedangkan GrabPay kolaborasi dengan memanfaatkan lisensi OVO (GrabPay powered by OVO.

Demikian juga TCash juga berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan user based, dengan memanfaatkan pelanggan Telkomsel yang mencapai lebih dari 150 juta.

Supaya tidak bentrok dengan saudara kandungnya, TMoney yang diusung oleh Telkom mengambil strategi B2B atau co-branding dengan memberikan solusi fintech bagi enterprise yang belum mempunyai platform maupun lisensi.


Comments