The Key Success Factor of Telkom 3S Satellite Project


Seperti yang telah saya publish di tulisan sebelumnya Telkom 3S Satellite was Launched Successfully, bahwa satelit Telkom 3S telah sukses diluncurkan pada tanggal 14 February 2016 dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana Perancis.

Tim Telkom terlibat langsung di sana yang di-lead langsung oleh Pak Abdus Somad Arief (Direktur Network dan IT Solution Telkom) dan Pak Tonda Priyanto (Kepala Proyek Satelit Telkom). Pak Asa Arief di Facebook menulis tentang insight yang didapat dari interaksi di Thales Alenia Space (TAS) dan Arianespace.

Disampaikan oleh Pak Asa Arief Key Success Factor sukses peluncuran Telkom 3S adalah KDD (Kompetensi, Detail dan Disiplin). Atas seijin Beliau, berikut saya tuliskan kembali apa yang disampaikan beliau di Facebok, yang menurut saya sangat bagus untuk dibaca dan diimplementasikan dalam lingkup kerja kita masing-masing.

Pak Asa Aries dan Daniel M. Parker

Menurut konsultan pembangunan sd peluncuran Telkom3S dari Telesat- Canada, pak Dan atau nama lngkpnya Daniel M. Parker, selama pengalamannya 30 thn sbg ahli satelit, mengawal Telkom3S adalah yg paling lancar dan enjoyable.

Menurut dia, semua proses mulai dr pabrikasi, integrasi, testing sd peluncuran Telkom3S semuanya tepat waktu, tidak ada anomali2 atau problem2 yg signifikan yg muncul. "Ini rekor pembangunan satelit terlancar selama karir saya" tegasnya.

 Pak Tonda Bersama Tim Thales Alenia Space di Ruang Kontrol Jupiter Arianespace

Alhamdulillah, semoga itu jd tanda bhw Telkom3S ini mendpt berkah dariNya. Aamiiin.

Bagi saya, mengikuti semua tahapan Telkom3S di Thales Alenia Space (TAS) sbg pembuat satelit dan di Arianespace sbg pembuat dan penyelenggara peluncuran telah memberikan insight yg istimewa.

Betapa tidak, sebuah proyek bernilai lbh dr 2,5 trilyun Rupiah berdurasi 2.5 tahun, berbasis teknologi yg super canggih, melibatkan bnyk sekali pihak dr negara2 yg berbeda dan dg proses instalasi/ integrasi peralatan dan komponen2 yg memerlukan akurasi yg dmk luar biasa tinggi, dpt diselesaikan tepat waktu, tepat budget dan dlm kualitas delivery yg prima.


Ruang Kontrol Jupiter Arianespace

Apalagi semua pekerjaan terkesan dikerjakan dg proses2 "standard", tidak pernah terlihat adanya penyelesaian pekerjaan yg bersifat extra-ordinary atau rush-hour yg sampai membuat orang2 lembur, tidak tidur ber-hari2 krn kejar tayang. Sesuatu yg jarang kita temui pd penyelesaian proyek2 yg besar dan kompleks yg kita lakukan. Kerja lembur, tidak tidur ber-hari2 pd akhir penutupan proyek adalah hal yg biasa bahkan selalu terjadi dlm gaya bekerja kita.

Model kerja TAS dan Arianespace sangat rapi dan pd prinsipnya berbasis proses. Mrk bekerja sngt fokus pd scope-nya masing2, bahkan boleh dikatakan spt memakai kacamata kuda. Mrk hny bekerja pada bagian masing2, bisa saja hny sebagian kecil dr seluruh proses tp dg keahlian yg mumpuni dan scr konsisten dikerjakan pd koridor waktu yg sdh ditentukan. Di luar itu, "no way", kata mrk. Jamnya pulang ya pulang. Weekend ya libur. Terdengar spt individualis dan tdk kolaboratif. Tapi itulah cara kerja perusahaan modern. Kuncinya adalah bhw proses2 tsb terintegrasi dg baik sbg rangkaian end to end shg mengalir dan efisien.

Proses Perakitan

Dg model spt itu setiap bagian dlm proses pekerjaan jelas siapa penanggung jawabnya shg bila terjd sesuatu anomali atau tdk sesuainya hasil pekerjaan akan sangat mudah menemukan "terdakwanya."
Semua orang tentu tidak ingin jd "terdakwa", maka mereka otomatis harus selalu menghasilkan deliverables yg berkualitas.

Utk itu mrk semua selalu berupaya utk memiliki KOMPETENSI yg mumpuni. Dan dlm hal ini mrk telah membuktikannya.


Tim Thales Alenia Space (TAS)

Selain itu dari pengamatan selama berinteraksi, mrk juga pay attention to DETAIL. Setiap bagian proses telah direncanakan dg deliverable yg jelas, terukur dan terjadwal. Ditambah lg krn pekerjaan yg mrk lakukan ini boleh dikatakan repetitif dg variasi pengembangan yg relatif ter-prediksi krn dunia mrk di bidang teknologi aerospace yg sdh mature. Mrk selalu melakukan continuous improvement shg semakin lama semakin bertambah detail dan detail.

Hal berikutnya yg menonjol dr cara kerja mrk adalah mrk bekerja dg penuh DISIPLIN, dlm arti kata mengikuti prosedur kerja dg seksama, memperhatikan target waktu dan concern yg tinggi thd data dan report. Kontrol yg dilakukan telah terdefinisi dr sejak awal perencanaan. Bagi manajemen, mrk menyiapkan QPMR atau quarterly progress management review dan dilakukan dg konsisten.
Rasanya tiga kata itulah yg saya dapatkan dr pengamatan dan pengalaman bekerja dg para tukang satelit profesional itu. Kompetensi, Detail dan Disiplin.


Proses Perakitan Rocket Ariane 5

Lalu, bgmn dg kita? Punyakah kita tiga "tradisi" itu? Mari berkaca dr diri kita masing-masing.
Bagi perusahaan telco atau perusahaan lain yg bergerak di urusan2 teknologi, yg namanya kompetensi teknis, saya kok yakin ya bhw kita ini cukup jagoan dan mumpuni. Dg pnglm kerja yg sdh segudang rasanya semua urusan teknis sdh pd nglotok di luar kepala. Tapi bgmn dg dua tradisi yg lain yaitu Detail dan Disiplin?

Kayaknya ini yg msh jd biang persoalan di kita. Ogah Detail dan Kagak Disiplin. Penyakit turunan yg hrs diberantas biar kita bisa setara dg Thales Alenia Space dan Arianespace.

Utk go DETAIL, bagi kwn2 teknis spt telah diuraikan di atas, sebenarnya telah memiliki modal dasar, yaitu KOMPETENSI bidang teknologi. Tahap brktnya kita mesti berpikir dan kerja lbh keras shg mampu menguraikan proses utama menjadi tahapan2 pekerjaan yg bisa dikerjakan scr terpisah dan lbh detail, terukur dan terjadwal dan diupayakan tetap terintegrasi. Di sini diperlukan kepiawaian team leader.


Pak Asa Arief di Depan Rocket Ariane 5

Setelah tahapan terdefinisi dan teruraikan dg detail, brktnya tinggal melaksanakannya dg DISIPLIN. Pendekatan utk menuju kedisiplinan yg mendarah daging adalah dg menerapkan mekanisme checking dan controlling yg ketat pd fase implementasi.

Saya yakin kita bisa mulai dr scope kecil di lingkungan tugas kita masing2. Dari sana kita berlatih, menimba pengalaman dan mengembangkannya ke seluruh proses perusahaan shg one day, KDD (kompetensi, detail, disiplin) betul2 terjd dan menciptakan tradisi kerja baru yg lbh baik.
Let's make it happens....

Wallohu'alam bishshawab

Ditulis di GA089 tgl 17 Feb 2017


Comments