Saturday, May 28, 2016

Driven by Digital Leadership - Pemikiran Dr. Muhammad Awaluddin CEO CFU Enterprise Telkom Group tentang Transformasi Digital di Microsoft


Hari Kamis lalu, Satya Nadella berkunjung ke Jakarta. Jadwalnya sangat padat, selain sebagai Keynote Speech pada acara Developer Festival 2016 yang bertempat di Ritz Carlton Pacific Place, juga melakukan berbagai pertemuan penting, salah satunya adalah dengan BoD Telkom Group.

Pak Awaluddin sebagai CEO CFU Enterprise Telkom Group yang ikut dalam pertemuan tersebut, menganalisis dan menyampaikan pandangannya setelah berdiskusi singkat dengan Satya Nadella. Berikut saya tulis kembali pemikiran Pak Awaluddin tersebut, sesuai dengan asli-nya tanpa saya edit.

Pada peringatan 20 tahun Microsoft di Indonesia, beruntung kali ini Indonesia kedatangan CEO Microsoft Satya Nadella. Kemarin/26 Mei 2016 saya dan CEO Telkom Pak Alex J Sinaga dan beberapa Direksi Telkom lainnya Pak Indra Utoyo dan Pak ASA berkesempatan audiensi dengan beliau dan jajaran senior position Microsoft termasuk Pak Andreas Diantoro, rekan saya di Indonesia Marketing Association (IMA) yang menjadi CEO Microsoft Indonesia.

Buat saya, ketemu dengan Satya Nadella ada sesuatu yg menarik untuk saya pelajari. Sudah lama dan banyak yang mengatakan bahwa Microsoft sangat berubah dibawah kepemimpinan Satya Nadella. Saya pikir salah satunya adalah karena Satya Nadella adalah orang India yang memiliki kultur yang berbeda dengan kultur asalnya Microsoft.

Ada beberapa hal yang menarik yg dapat saya simpulkan dari diskusi singkat tapi padat dari seorang Satya Nadella. Saya menyingkatnya dalam *"the three ways"* yang biasa saya gunakan menjadi P-P-T, yaitu : *Platform, Partnership, Transform*. Hal yang juga umum dan sangat dikenal dalam terminologi seputar teknologi informasi tentang P-P-T ini sebelumnya adalah : People, Process, Technology.

Apa yang menarik yang diungkapkan oleh Satya Nadella tentang "P-P-T" tersebut ? Mari coba kita kupas satu persatu.

1. PLATFORM
Menurut saya, dalam konteks platform, Satya Nadella dan Microsoft berpikir paradox. Setelah Microsoft "terlambat" mengembangkan platform operating system untuk mobile phone, Microsoft saat ini justru fokus pada memproduksi teknologi bergerak (mobile technology) yang mampu dipakai di segala jenis platform.

Komitmen Microsoft hadir di segala jenis platform diwujudkan dalam bentuk inovasi penyimpanan data komputasi awan atau intelligent cloud platform. Sistem komputasi awan Microsoft sengaja didesain terbuka dan flexibel sesuai kebutuhan setiap skala bisnis. Jadi dalam konteks platform, kesimpulannya adalah : daripada menciptakan single platform, lebih baik berinovasi untuk mengakomodir berbagai platform. Betul betul sebuah konsep kolaborasi yang ciamik.


2. PARTNERSHIP
Microsoft di era Satya Nadella sangat berubah dalam konteks partnership. Jika sebelumnya Microsoft sangat eksklusif dan arogan dengan keperkasaan Windows-nya, maka saat ini Microsoft sangat membuka diri untuk bekerja sama khususnya dengan application developer.

Satya Nadella mengatakan bahwa misi Microsoft adalah memberdayakan setiap orang dan organisasi di dunia untuk mencapai lebih banyak hal. Untuk itu, Microsoft membuka kerja sama dan memberdayakan para application developer dengan teknologi dan platform yang memungkinkan mereka mengekspresikan kreativitas dan mengubah dunia.

3. TRANSFORM
Perusahaan sebesar Microsoft juga termasuk yang terus menerus melakukan transformasi. Saat ini Microsoft juga sedang dalam proses melakukan *digital transformation*. Saya sendiri cukup kaget, perusahaan digital sekelas Microsoft ternyata juga bertransformasi dalam situasi *digital disruptive* seperti saat ini. Saya pikir Microsoft tidak perlu lagi ikut dalam arus digital transformation saat ini karena Microsoft sendiri sudah sejak lama menjadi perusahaan berbasis teknologi digital.

Fokus Microsoft dan Satya Nadella dalam digital transformation-nya adalah pada orang (people). Satya Nadella mengatakan bahwa misi memberdayakan sumber daya manusia tidak boleh dilupakan. Bahkan Satya Nadella menawarkan kepada Telkom untuk "belajar" tentang apa yang sudah dilakukan oleh Microsoft dalam transformasi digital yang sudah dijalankan Microsoft. Dari sini, saya jadi sadar bahwa Satya Nadella adalah sosok yang "kind and humble" dengan konsep berbagi/sharing untuk mengajak mitranya maju bersama.

Sebelum saya akhiri bahasan ini, ada satu quote dari Satya Nadella yang menarik dan sekaligus menjadi penyemangat kita semua :

"Lihatlah dunia dengan cara yang berbeda dan Anda akan dapat mengubah dunia. Tidak ada batasan untuk mencapai sesuatu yang baru......."

Saya setuju apa yang disampaikan oleh Pak Awalludin dan Satya Nadella, bahwa hal yang paling utama dalam proses transformasi digital adalah people. Dan Telkom sendiri, menurut saya sudah benar, Telkom menaruh perhatian terhadap pengembangan people melalui banyak pelatihan diantara Global Talent Program, International Leadership Program dan Great People Development Program.






1 comment:

Contact Form

Name

Email *

Message *