Monday, September 7, 2015

Pengertian Dasar PV, Impression, Filled Rate, CTR, CPC, CPM dan eCPM di Dunia Digital Advertising


Setiap hari saya selalu mengontrol revenue digital advertising dari digital media yang masuk dalam inventory Telkom Group yang menggunakan platform advertising uAd. Sejatinya saya sudah mengenal beberapa istilah untuk mengukur performansi digital advertising ketika mulai aktif sebagai Blogger pada tahun 2008.

Saat ini teknologi digital advertising terus berkembang pesat seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang melakukan campaign di media digital. Di Indonesia saja, berdasarkan data dari eMarketer total belanja digital ad di Indonesia tahun ini sekitar $0,83 milyar atau Rp. 11,6 trilyun (dengan kurs 1 USD = Rp. 14.000;).

Beberapa pengertian dasar dari istilah-istilah yang sering dipakai dalam dunia digital advertising adalah PV, Impression, Filled Rate, CTR, CPC, CPM dan eCPM. Istilah tersebut paling sering dipakai oleh pelaku digital advertising baik sebagai publisher maupun advertiser.

PV (Page View) adalah jumlah halaman yang dibuka oleh pengunjung suatu website pada periode tertentu. Sebagai contoh PV dari setyobudianto.com adalah 100 ribu per bulan, artinya adalah dalam satu bulan ada 100 ribu halaman dari website setyobudianto.com yang dilihat oleh pengunjung.

Bisa kita lihat bahwa dalam satu halaman website itu terdiri dari beberapa ads space (inventory). Sebagai contoh website setyobudianto.com, dalam satu halaman ada 5 inventory, berarti setiap satu halaman ini dibuka (PV) maka akan tampil 5 iklan, jadi 1 PV di dalam website ini meng-generate 5 impression (jika semua inventory diisi oleh iklan, baik itu yang berbayar maupun gratis).

Tidak semua inventory yang ada itu terisi oleh iklan berbayar, sehingga muncullah istilah filled rate yang artinya prosentasi dari jumlah iklan berbayar yang muncul dibandingkan dengan inventory (total impression). Biasanya bila ada inventory nggak laku diisi dengan in-house ads.

CTR atau Click Through Rate adalah prosentase jumlah iklan yang diklik oleh pengunjung dalam 1000 tampilan iklan. Artinya bila ada 10 klik setiap 1.000 tampilan iklan, maka CTR=10/1000*100= 1%.

Advertiser atau pemasang iklan, umumnya menggunakan sistem CPC (Cost per Click) atau CPM (Cost per Mille) untuk membayar iklan ke publisher, di luar metode tersebut ada metode yang lainnya semisal CPA (Cost per Activation), CPD (Cost per Download) dll.

CPC adalah biaya yang harus dibayarkan oleh advertiser ke publisher dari setiap iklannya yang diklik oleh pengunjung website. Range-nya berbeda-beda tergantung banyak faktor, bisa kualitas website-nya, trafik-nya dll. Sedangkan CPM adalah biaya yang harus dibayarkan advertiser ke publisher dari setiap 1000 tayangan iklan, harganya juga bervariasi.

Satu lagi adalah eCPM (Effective Cost Per Mille) untuk mengukur efektifitas inventory yang dijual melalui CPC, CPA ataupun yang berbasis waktu. Untuk pemasangan iklan yang menggunakan model CPC, secara matematis rumus perhitungan eCPM adalah (CPC x CTR) x 1000.

Bagi publisher, pengetahuan untuk mengukur performansi digital advertising sangat penting untuk memaksimalkan revenue, sedangkan bagi pemasang iklan (advertiser) juga penting bagaimana mengukur efektifitas iklan yang dipasang di suatu website atau digital media.






0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *