Saturday, September 20, 2014

Kisah Perjalanan C-phone Berubah Nama Menjadi TelkomFlexi dan Migrasi ke Telkomsel

Secara pribadi saya cukup sedih tentang akan ditutupnya layanan TelkomFlexi, dan pelanggannya di migrasikan ke Telkomsel Kartu As, karena saya ada ikatan batin yang cukup kuat ikut mulai awal pembangunan TelkomFlexi. Namun demikian ini adalah kebijakan strategis dari Telkom dalam penataan bisnis di Telkom Group, pasti sudah dipikirkan positif negatifnya.

Teringat dulu pada tahun 1999 saya pindah dari Kandatel Telkom Surabaya Timur ke Unit Bisnis C-phone Telkom Divre 5 sebagai Engineer Network Development. Pada saat itu C-phone menggunakan frekuensi 1900 MHz dengan teknologi cdmaOne IS-95A. Wilayah layanan C-phone limited mobility sebatas kota Surabaya dengan tarif sama dengan tarif telpon rumah.

Meskipun dengan keterbatasan coverage, waktu itu C-phone sangat diminati oleh pengguna kelas menengah ke atas, karena kejernihan suaranya dan sekuritinya. ARPU (Average Revenue Per User) cukup tinggi sekitar 200-300 ribu perbulan, bandingkan dengan yang GSM waktu itu ARPU-nya hanya 30-50 ribu.

Pada tahun 2001, Pemerintah mulai mengatur penggunaan frekuensi 1900 MHz yang akan diperuntukan untuk teknologi DCS. Maka sejak itu kami di Unit Bisnis C-phone mulai memikirkan masa depan layanan baik frekuensi maupun teknologinya. Saya sempat waktu itu menulis artikel yang berjudul "C-phone menuju 3G" yang dimuat di Majalah Electro Indonesia nomor 36, Tahun VII, April 2001 sebagai Sajian Utama. Artikel tersebut saya kutip di blog ini, silahkan klik di sini untuk membacanya.

Akhirnya Telkom pada tahun 2002 dapat lisensi frekuensi pada bandwidth 800 MHz. Telkom membentuk Tim T21 yang salah satu tugasnya menangani development dan deployment Telkom CDMA dengan teknologi 3G CDMA2000. Saya terlibat penuh dalam tim tersebut, sehingga tiap minggu harus bolak-balik Surabaya - Jakarta. Pada bulan November 2002 dilakukanlah soft launching di Hotel Hyatt Surabaya yang meresmikan adalah Menteri Perhubungan Agum Gumelar.

Untuk mengawal Flexi, maka Telkom membuat divisi baru dengan nama Divisi Fixed Wireless (DFW) dengan Kepala Divisi yang pertama yaitu Alex J Sinaga. Saya sendiri ditempatkan di Kantor Wilayah Usaha Timur di Surabaya yang membawahi wilayah Indonesia Timur mulai dari Jawa Tengah sampai dengan Irian Jaya.

Tim bergerak cepat, sehingga sebulan kemudian pada Desember 2002 dilakukan grand launching Flexi di Nusa Dua Bali oleh Taufik Kiemas - suami Presiden RI Megawati. Selanjutnya kota demi kota mulai dirambah oleh Flexi. Hampir di tiap kota besar saya ikut mengawal launching Flexi sebagai tim teknik utuk menyiapkan live demo layanan.

Banyak pengalaman yang mengesankan selama saya mengawal Flexi mulai dari nol sampai puncaknya di tahun 2008, Flexi memperoleh pendapatan bulanan tertinggi. Waktu itu Divre 5 Jawa Timur yang juara dengan jumlah pelanggannya hampir 40% dari jumlah pelanggan Flexi nasional. Dan yang cukup menggembirakan di Kota Surabaya jumlah pelanggan Flexi adalah yang terbesar dibandingkan jumlah pelanggan operator GSM waktu itu (Telkomsel, Indosat dan XL).

Sinergi Telkomsel dengan TelkomFlexi

Setelah tahun 2008, mulailah terjadi perang tarif yang luar biasa. Operator GSM menurunkan tarif yang hampir sama dengan tarif Flexi, ditambah lagi handphone CDMA yang tidak berkembang karena ada fee royalty Qualcomm membuat pertumbuhan Flexi tersendat. Meskipun telah di-upgrade ke teknologi CDMA EVDO yang lebih cepat akses datanya, tetap belum bisa mendongkrak pertumbuhan TelkomFlexi.

Itu mungkin menjadi salah satu yang memicu kenapa Telkom melakukan konsolidasi dan sinergi di Telkom Group dengan fokus membesarkan Telkomsel untuk layanan seluler-nya, sehingga pelanggan Flexi di migrasikan ke Telkomsel.

Migrasi pelanggan Flexi ke Telkomsel akan dilakukan secara bertahap, dan diharapkan selesai pada pada akhir 2015. Semoga berjalan dengan lancar. Aamiin.






10 comments:

  1. Saya ikut nimbrung di flexi 2004 ...sekarang 2014 sudah bisa oprek2 modul2 samsung modal ilmu solder service tv, dan syukur bisa repair modul power amp rf dan bikin cv sendiri bersama ex samsung surabaya...dan kayaknya siap mengawal sampe bit terakhir dari flexi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebersamaan yang luar biasa dengan Tim Samsung di Surabaya, kompak dan penuh semangat, permasalahan bisa dihadapi bersama. Terima kasih Mas Nyoman Yudi (Master BSC Samsung).

      Selamat sudah mandiri bersama teman-teman, semoga lancar dan sukses usahanya. Titip Flexi sampai akhir hayat-nya nanti.

      Delete
  2. Apa tidak bisa seperti smartfren ya, dalam 1 kartu ada 2 nomor sekaligus ( nomor lokal dan seluler ).

    Ma'af, saya pengguna flexi soalnya walau baru 8 tahunan lebih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaallah, nantinya pengguna flexi akan diberikan nomor simpati atau kartu as khusus dengan paket yang menarik,

      Delete
  3. Baru kali ini bingung mau komen apa, mgkn krn ikatan batin yg kuay td ikut mempengaruhi *lebai bgt ya hihihi....

    Apapun itu, smoga keputusan ini lah yg terbaik unt semuanya.

    ReplyDelete
  4. Flexi sgt fleksibel bagi pelanggan yg sering berpindah rumah, sy dan keluarga termasuk yg sering berpindah rumah dan flexi selalu setia menemani......saking fleksibelnya....ternyata telkompun akan memindahkan flexi berikut pelanggan2nya, smoga telkom memberi kompensasi biaya pindahnya kepada pelanggan2 setia flexi hehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaallah layanan pelanggan menjadi konsen utama Telkom

      Delete
  5. Bagian dari sejarah yg tak terlupakan :)
    Salam deh buat ex flexi Divre V

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, terima kasih Mas Dani, salam sukses selalu

      Delete

Contact Form

Name

Email *

Message *